Penipuan di Media Sosial

Media sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia. Pendapat lain mengatakan bahwa media sosial adalah media online yang mendukung interaksi sosial dan media sosial menggunakan teknologi berbasis web yang mengubah komunikasi menjadi dialog interaktif.

Andreas Kaplan dan Michael Haenlein mendefinisikan media sosial sebagai “sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang membangun di atas dasar ideologi dan teknologi Web 2.0 , dan yang memungkinkan penciptaan dan pertukaran user-generated content”.

Jejaring sosial merupakan situs dimana setiap orang bisa membuat web page pribadi, kemudian terhubung dengan teman-teman untuk berbagi informasi dan berkomunikasi. Jejaring sosial terbesar antara lain Facebook, Myspace, dan Twitter. Jika media tradisional menggunakan media cetak dan media broadcast, maka media sosial menggunakan internet. Media sosial mengajak siapa saja yang tertarik untuk berpertisipasi dengan memberi kontribusi dan feedback secara terbuka, memberi komentar, serta membagi informasi dalam waktu yang cepat dan tak terbatas.

Saat teknologi internet dan mobile phone makin maju maka media sosial pun ikut tumbuh dengan pesat. Kini untuk mengakses facebook atau twitter misalnya, bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja hanya dengan menggunakan sebuah mobile phone. Demikian cepatnya orang bisa mengakses media sosial mengakibatkan terjadinya fenomena besar terhadap arus informasi tidak hanya di negara-negara maju, tetapi juga di Indonesia. Karena kecepatannya media sosial juga mulai tampak menggantikan peranan media massa konvensional dalam menyebarkan berita-berita.

Pesatnya perkembangan media sosial kini dikarenakan semua orang seperti bisa memiliki media sendiri. Jika untuk memiliki media tradisional seperti televisi, radio, atau koran dibutuhkan modal yang besar dan tenaga kerja yang banyak, maka lain halnya dengan media. Seorang pengguna media sosial bisa mengakses menggunakan social media dengan jaringan internet bahkan yang aksesnya lambat sekalipun, tanpa biaya besar, tanpa alat mahal dan dilakukan sendiri tanpa karyawan. Kita sebagai pengguna social media dengan bebas bisa mengedit, menambahkan, memodifikasi baik tulisan, gambar, video, grafis, dan berbagai model content lainnya.

CONTOH KASUS DALAM MEDIA SOSIAL

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI — Jajaran Polres Sukabumi Kota, Jawa Barat mengungkap kasus penipuan melalui online dengan menggunakan jejaring sosial Facebook. Penipuan ini menyebabkan korbannya rugi puluhan juta rupiah.

Pelaku penipuan itu yakni Dede Rahmat (28) dan Hasan Rarwis, keduanya kami tangkap di rumahnya di Kelurahan Cibabat, Kota Cimahi ” kata Kapolres Sukabumi Kota AKBP Diki Budiman di Sukabumi, Jumat (6/2).

Ia mengatakan modus yang dilakukan kedua tersangka untuk memperdai korbannya yakni Wilda Silviani (32) warga Kota Sukabumi dengan cara membuat akun Facebook palsu mulai dari foto, alamat hingga namanya juga palsu.

Kemudian tersangka Dede berkenalan dengan Wilda melalui akun jejaring sosial itu dan mengaku bekerja di pelayaran.

Setelah dua bulan berkenalan melalui akun jejaring sosial itu, tersangka mulai menunjukan niat buruknya itu. Tersangka berpura-pura tengah kesulitan keuangan karena gajinya belum bisa cair, dengan dibantu Yunus yang berpura-pura menjadi atasannya, kedua tersangka ini melancarkan aksinya dengan cara meminjam uang kepada Wilda dengan total Rp 37 juta.

Setelah uang itu ditransfer kepada tersangka, baik nomor telepon dan akun FB tidak aktif. Sadar merasa tertipu korban pun melapor ke kami dan langsung dikembangkan, kami pun berhasil menangkap keduanya di Kota Cimahi, Jabar,” tambahnya.

Polisi menjerat tersangka yang berprofesi sebagai penjual burung ini dengan pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan Undang undang ITE dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Kami juga menyita barang bukti yang digunakan tersangka seperti foto untuk akun palsu, dua unit kendaraan roda dua bernomor polisi Bandung dan dua buah buku rekening dari salah satu Bank,” katanya.

Sementara itu, Dede mengaku uang hasil menipunya itu digunakan untuk berfoya-foya dan membeli barang. Perkenalan dirinya dengan korban berawal sejak dua bulan lalu yakni Desember 2014 melalui Facebook, namun belum pernah bertatap muka dengan korbannya untuk berkomunikasi ia hanya menggunakan telepon dan jejaring sosialnya.

Uang itu tidak langsung diberikan, tetapi meminjamnya secara bertahap. Korban sering meminta ketemuan tetapi saya menolaknya karena sudah mempunyai suami,” katanya.

Pada kesempatan kali ini, saya khusus akan membahas bagaimana cara menghindari penipuan dari sosial media.

Tentunya tidak hanya penipuan berjenis transaksi online saja, tetapi penipuan dari jenis cyber crime lainnya.

Hanya saja, cyber crime berjenis pemalsuan identitas memang lebih sering digunakan untuk sarana penipuan daripada hanya sekedar menjatuhkan nama golongan atau seseorang.

TIPS MENGHINDARI PENIPUAN DI SOSIAL MEDIA BERJENIS TRANSAKSI ONLINE

Pernahkan Anda merasa tergiru dengan harga barang yang kelewat murah? Dan kebetulan barang tersebut memang sedang Anda cari.

Eits Jangan buru buru, bisa jadi itu salah satu cara mereka untuk menarik minat calon korban.

Beberapa modus yang sering digunakan para penipu untuk menggaet calon korbannya antara lain :

Menawarkan harga yang lebih murahBeralasan bahwa barang tersebut adalah black marketMelakukan spam status baik di grup maupun wall merekaSering tag teman-teman mereka walau sebenarnya tidak kenalMenawarkan promo yang “sering” tidak masuk akal

Setidaknya 5 modus diatas adalah yang paling sering digunakan oleh para penipu, Dan bagaimana Tips Menghindari Penipuan Di Sosial Media dengan modus modus diatas? Check this out.

Bandingkan harga yang mereka tawarkan dengan barang serupa ditempat lain.

Jangan karena tergiru dengan harga murah kemudian kita dengan mudah percaya dengan mereka, Justru dengan harga murah tersebutlah kita bisa dengan mudah membandingkan apakah itu penipuan atau tidak.

Untuk membandingkan harga barang tersebut, Anda bisa mencarinya melalui search di facebook atau lebih baiknya segera mengunjungi website jual beli online.

Jangan ragu ragu untuk membandingkan barang di beberapa tempat sekaligus, toh kita tidak bertemu langsung dengan penjualnya.

Jika setelah membandingkan harga yang mereka tawarkan dengan harga yang ada di pasaran. katakanlah Anda membandingkan dari 2 website jual beli online.

Dan ternyata harga yang mereka tawarkan jauh lebih murah dari yang tertera di website tersebut, Anda HARUS mencurigainya. Pancing Mereka Untuk Memberikan Info Pribadi

Tidak perlu trik khusus untuk melakukan hal ini, Anda hanya perlu menghubungi target dan menanyakan mengenai data mereka.

Cukup berpura-pura berminat untuk membeli produk mereka dan sampaikan bahwa Anda akan membeli produk mereka, Dan akan mengirim sejumlah uang.

Setelah Anda mendapatkan nomer rekening atau Data pribadi lainnya (KTP, SIM, dll) Anda cukup melakukan search secara online. Beberapa yang bisa Anda cari melalui online antara lain :

Nomor HanphoneNama LengkapNomor Rekening

Biasanya saya hanya akan langsung loncat search nomor rekening di google untuk mengetahui apakah orang tersebut penipu atau bukan.

Kemudian, jika ternyata tidak ada di hasil penelusuran apakah berarti orang tersebut penipu? tidak juga, silahkan melanjutkan membaca artikel ini.

Sayangnya tidak semua masyarakat pengguna internet di Indonesia bisa memanfaatkan forum atau situs berbagi info secara maksimal.

Rata rata pengguna internet di Indonesia lebih memilih untuk menghabiskan waktunya di sosial media daripada mencari info.

02116042

Waspada penipuan di Media Sosial !!!

Kalian semua pasti sudah kenal kan yang namanya penipuan online atau di jejaring sosial? Pada zaman sekarang ini,banyak sekali bahaya yang telah terjadi seperti banyaknya kasus penipuan Cyber Ethics yang semakin semarak dan semakin banyak orang di seluruh dunia ini melakukan penipuan maupun yang tertipu, baik melalui media sosial media cetak dan banyak jejaring sosial yang lainnya. mereka yang melakukan penipuan Cyber Ethics itu pasti pada umumnya tujuan akhir dari mereka semua adalah untuk menghasilkan uang dan keuntungan yang banyak.

Sampai-sampai untuk mendapatkan hasil keuntungan yang besar banyak sekelompok orang yang melakukan penculikkan terhadap anak-anak kecil dengan maksud dan tujuan untuk mempekerjakan mereka untuk menjadi pengemis meminta-minta uang di jalan jadi semakin banyak anak yang di culik dan di pekerjakan untuk menjadi pengemis maka hasil yang didapatkan juga akan semakin besar, oleh sebab itu selain kasus penipuan yang semakin banyak dan mendunia, sama juga kasus penculikkan juga semakin banyak juga.

Lalu banyak juga kita sering jumpai kasus penipuan Cyber Ethics melalui situs jejaring sosial salah satu contohnya, pasti juga kita pernah jumpai banyak kasus penipuan melalui sms, yang mengatakan di sms bahwa akan mendapatkan hadiah mobil dan sepeda motor tetapi si pengirim sms meminta untuk pergi ke bank dan melakukan pengecekkan di nomer rekening si penerima sms dengan maksud apakah saldo si penerima sms sudah bertambah atau belum, lalu maksud dari si pengirim sms setelah melakukan pengecekkan saldo di bank si pengirirm sms dapat melakukan tindak kejahatan atau pencurian sesuai dengan rencana si pengirim sms tersebut.
gambar1

CONTOH KASUS PENIPUAN TERBARU lainnya yang baru saja terjadi pada mahasiswa Surabaya pada November 2015 ini, yaitu penipuan di jejaring sosial Via Line. Modus penipuan yang terjadi terbaru ini yaitu:

  1. Penipu menggunakan account fake dengan nama dan foto yang sama dengan korban untuk mengirim pesan kepada korban.
    2. Penipu memberikan pesan untuk meminta pulsa dan memberikan nomor yang akan dikirimkan pulsa kepada penipu.
    3. Pada akhirnya penipu ini tidak mentransfer uang pulsa total sebesar Rp.600.000.
    Korban yang terkena masalah ini menyarankan kepada pembaca blog ini untuk lebih berhati-hati dalam memerima pesan.

Anda bisa menghubungi http://www.polri.go.id/cu/ atau mengirimkan email laporan ke : info@polri.go.id atau menghubungi nomor kepolisian setempat untuk ditindak lanjuti.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/maliamiruddin/bagaimana-mengenali-tanda-tanda-kenalan-anda-adalah-scammer_54f6ff16a33311171f8b4576

Anda bisa menghubungi http://www.polri.go.id/cu/ atau mengirimkan email laporan ke : info@polri.go.id atau menghubungi nomor kepolisian setempat untuk ditindak lanjuti.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/maliamiruddin/bagaimana-mengenali-tanda-tanda-kenalan-anda-adalah-scammer_54f6ff16a33311171f8b4576

 

Anda bisa menghubungi http://www.polri.go.id/cu/ atau mengirimkan email laporan ke : info@polri.go.id atau menghubungi nomor kepolisian setempat untuk ditindak lanjuti.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/maliamiruddin/bagaimana-mengenali-tanda-tanda-kenalan-anda-adalah-scammer_54f6ff16a33311171f8b4576

Anda bisa menghubungi http://www.polri.go.id/cu/ atau mengirimkan email laporan ke : info@polri.go.id atau menghubungi nomor kepolisian setempat untuk ditindak lanjuti.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/maliamiruddin/bagaimana-mengenali-tanda-tanda-kenalan-anda-adalah-scammer_54f6ff16a33311171f8b4576

Anda bisa menghubungi http://www.polri.go.id/cu/ atau mengirimkan email laporan ke : info@polri.go.id atau menghubungi nomor kepolisian setempat untuk ditindak lanjuti.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/maliamiruddin/bagaimana-mengenali-tanda-tanda-kenalan-anda-adalah-scammer_54f6ff16a33311171f8b4576

Bagi anda yang telah terkena kasus penipuan semacam ini ada langkah-langkah yang bisa ditindaki untuk mencari pelaku yang sebenarnya, dengan cara:
1. mengecek nomor handphone yang di mintai untuk mengisi pulsa
2. melihat perdana apa yang digunakan
3. mendatangi Kantor sesuai dengan nomor perdana yang digunakan
4. meminta bantuan kepada customer service untuk mengecek biodata yang ada dalam perdana penipu tersebut.

Yang harus diwaspadai ketika menerima pesan atau telepon atau dalam bentuk apapun:
– jika si penelepon atau penipu jejaring sosial menanyakan identitas atau alamat tempat tinggal anda harus waspada,, jangan memberikan informasi apapun kepadanya, karena itu dapat membuat si penipu semakin mudah untuk melakukan tindakan-tindakan kejahatan yang lainnya.
– jika si penelopon atau si calon penipu jejaring sosial ingin meminta untuk melakukan pembayaran, sebaiknya jangan melakukan transaksi apapun dan tanyakan dulu lebih jelasnya dan pahami motif dari cara berbicaranya dan harus dengan maksud dan tujuan yang jelas.

 

Cara mengatasi

Home » Sosial Media » Tips Mengatasi Penipuan di Jejaring Sosial dan Modus Penipuan

Tips Mengatasi Penipuan di Jejaring Sosial dan Modus Penipuan

Jejaring sosial memang sangat membantu untuk komunikasi kepada saudara atau teman kita yang berada jauh, tapi bagaimana jika jejaring sosial dimanfaatkan oleh seorang penipu? Baru saja saya melihat berita tentang kasus penipuan di jejaring sosial, biasanya korbannya adalah wanita, entah itu korban pemerko*saan, pemerasan, penipuan dan lain sebagainya.

Tapi juga tidak dipungkiri wanita juga melakukan penipuan, biasanya lelaki yang menjadi korban diperas uangnya. Sistem penipuan ini seperti jual beli barang, klik, deal, ketemuaan. Nah bagaimana cara mengatasi penipuan di jejaring sosial? berikut adalah Tips Mengatasi Penipuan di Jejaring Sosial, Curigai Modus Penipuan.

sumber gambar google image

Blokir Akunnya!

Yap, blokir. Jika ada seseorang yang mengirim pesan ke anda menggunakan kata-kata senonoh sehingga membuat anda merasa tidak nyaman, sebaiknya blokir akun sosial nya. Mengatasi lebih baik dari pada mengobati bukan?

Minta Uang

Seandainya anda sudah memiliki suatu teman yang akrab di dunia maya jangan mudah percaya akan kata-katanya. Beberapa penipu memeras anda dengan meminta pengiriman sejumlah uang dengan berbagai alasan, entah itu untuk biaya berobat, sekolah dan biaya sejumlah uang besar lainnya, sebagai contoh “tolong aku dong, aku butuh biaya rumah sakit adikku 500rb, tolong kirim ke nomor rekening ini yah”. Sebaiknya anda menolak mengirimkan sejumlah uang kepada orang yang anda kenal di dunia maya.

Jangan Mudah Percaya

Jangan mudah percaya kepada orang yang baru saja dikenal, apalagi di dunia maya. Di dunia nyata saja orang yang sekalipun kita percaya bisa membohongi kita, apalagi orang yang berada di dunia maya.

Mengobral Perhatian dan Janji Manis

Berhati-hatilah dengan seseorang yang mengajak anda ketemuaan dengan mengiming-imingkan sesuatu untuk menghasut anda. Janji manis untuk menjadi pasangan sehidup semati, jika anda ingin ketemuaan dengan seseorang yang dikenal di jejaring sosial sebaiknya anda mengajak teman anda, dan memberitahukan orang tua anda bahwa anda akan pergi ke suatu tempat. Hal ini dilakukan untuk mengantipasi jika terjadi penculikan.

Nah baru saja anda membaca beberapa Tips Mengatasi Penipuan di Jejaring Sosial, Curigai Modus Penipuan. Semoga kini anda lebih berhati-hati kepada penipu online tersebut.

Menurut data Symantec, informasi user dan account email, kartu kredit, dan lain-lain diperjual belikan di dunia maya. Sebagai contoh, informasi kartu kredit bisa dijual seharga 5 dolar AS per data. Harganya bisa tiga kali lipat lebih besar jika terdapat informasi nomor CVV (kode validasi) yang biasanya dicantumkan di bagian belakang kartu kredit tersebut.

Selain kartu kredit, ada lagi informasi yang lebih mahal harganya. Contohnya password akun e-mail. Kalau valid, harganya bisa mencapai 350 dolar AS. Informasi akun pelanggan bank juga begitu, per user, harganya bisa sampai 400 dolar. Demikian pula untuk user dan password akun jejaring sosial seperti Facebook. Meskipun belum ada informasi nominal harganya, tetapi informasi tersebut juga diperjualbelikan.

Sebagai contoh, kasus terbaru yang terjadi di Sydney, Australia pada Jumat 7 November lalu. Ketika itu Karina Wells menerima pesan di Facebook dari rekannya, Adrian, yang menyatakan bahwa ia sedang terjebak di sekitar Lagos, Nigeria. Adrian menyebutkan bahwa ia butuh pinjaman 500 dolar AS dari Karina agar ia bisa membeli tiket pulang.

Yang membuat Karina Wells curiga adalah, rekannya, Adrian biasanya menggunakan bahasa Inggris dengan baik. Ketika chatting lebih lanjut, penggunaan kata “cell” bukannya “mobile phone” menyadarkan Wells bahwa ia sedang tidak berbicara dengan rekannya. Melainkan orang lain yang telah mencuri akun Facebook-nya. Untungnya Karina cepat sadar dan tidak terjebak untuk mengirimkan uang pada “temannya” itu.

Pencurian Identitas
Berbagai macam metode pencurian informasi digunakan oleh pelaku kejahatan dunia maya untuk mendapatkan password. Menggunakan program brute force (yang menebak secara acak), menggunakan program keylogger (mencatat password yang diketikkan pengguna), menggunakan virus yang mampu merekam aktivitas pengguna, ataupun menggunakan situs palsu yang sengaja dibuat dengan pancingan terlebih dahulu.

Contoh yang sedang marak terjadi adalah pengguna dikirimi email berisi link ke situs tertentu, email berisi trojan, ataupun email berisi video. Email berisi link, bila pengguna terpancing untuk membuka situs asli tapi palsu tersebut biasanya memerintahkan pengguna itu memasukkan user name dan password. Bila berisi trojan, program akan menginstalasikan diri (baik dengan persetujuan atau tanpa sepengetahuan pengguna). Setelah itu program yang terinstalasi akan mentransmisikan seluruh informasi yang ada di komputer tersebut. Bila email berisi video, maka ketika penggunanya tertarik untuk melihatnya, biasanya pengguna akan diminta untuk menginstalasikan “video player” yang sebetulnya berupa program jahat yang akan memata-matai aktivitas pengguna.

Jika pelaku cybercrime berhasil mendapatkan acount email dan password, atau informasi login ke situs jejaring sosial milik seorang pengguna, maka pelaku memiliki peluang untuk mendapatkan “penghasilan” dari kontak-kontak yang ada di akun pengguna tersebut. Contohnya seperti yang terjadi pada kasus di atas.

“Menggunakan situs seperti Facebook memungkinkan para penipu untuk mencari dan membidik target secara efektif tanpa kemungkinan pesan mereka diblokir oleh program penyaring spam,” ungkap Paul Ducklin, Head of Technology Sophos Asia Pacific pada Sydney Morning Herald. “Kemungkinan, penipu pada kasus di atas mendapatkan informasi login milik Adrian setelah komputernya terserang virus yang dikirimkan via email ataupun situs yang mengandung virus,” tambahnya.

Kuncinya ada di Pengguna
Seperti kejahatan lainnya, titik lemah dari sistem keamanan terletak di penggunanya. Sekarang ini beragam aplikasi dan solusi penangkal virus, trojan, sampai ke situs phising (situs penipuan) sudah tersebar. Mulai dari yang gratisan sampai yang harganya ribuan dolar AS ada.

Tetapi semua bentuk pengamanan tersebut tidak akan bermanfaat kalau perilaku pengguna tidak hati-hati, tidak awas, atau ceroboh. Contoh percobaan penipuan menggunakan situs jejaring sosial di Sydney di atas adalah salah satunya. Pengguna yang awas tidak akan begitusaja tertipu meskipun penjahat dunia maya sudah berhasil mendapatkan informasi identitas rekannya.

Ada baiknya membaca dengan seksama email yang masuk ke inboks, pesan yang datang ke jendela instant messenger, ataupun pesan pribadi yang datang ke akun di forum atau situs jejaring sosial. Meskipun itu datang dari rekan sendiri. Kalau perlu, lakukan cross check dengan cara konvensional

Penipuan di Media Sosial

Media sosial/social media adalah sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia. Pendapat lain mengatakan bahwa media sosial adalah media online yang mendukung interaksi sosial dan media sosial menggunakan teknologi berbasis web yang mengubah  komunikasi menjadi dialog interaktif.

ejaring sosial merupakan situs dimana setiap orang bisa membuat web page pribadi, kemudian terhubung dengan teman-teman untuk berbagi informasi dan berkomunikasi. Jejaring sosial terbesar antara lain Facebook, Myspace, dan Twitter. Jika media tradisional menggunakan media cetak dan media broadcast, maka media sosial menggunakan internet. Media sosial mengajak siapa saja yang tertarik untuk berpertisipasi dengan memberi kontribusi dan feedback secara terbuka, memberi komentar, serta membagi informasi dalam waktu yang cepat dan tak terbatas.

SOSIAL MEDIA : sosial media adalah media online yang mendukung seseorang untuk bisa berinteraksi melalui internet/situs-situs berbasis web

Contoh Aplikasi Sosial Media.

  • CNN, BBC, Detik, Okezone dan berbagai website sejenisnya yang dibuat untuk memberikan berita secara cepat sebagai pengganti koran/majalah.-TwettDeck adalah salah satu aplikasi yang berguna untuk memenajemen yang diper untukkan Sosial Media namun kebanyakan digunakan untuk bermain twitter.
  • Google, Altavista, Yahoo dan website sejenisnya yang merupakan aplikasi pencarian sejumlah kata yang terdapat didalam website untuk mencari berita.
  • Youtube, seleb.tv, metacafe dan website sejenisnya yang menyediakan layanan membagikan video atau menampilkannya sebagai sarana hiburan dan berita secara audio visual.

Indonesia menempati peringkat ke-10 dengan jumlah penipuan di media sosial terbanyak di wilayah Asia Pasifik dan Jepang.

Hal tersebut tertera pada laporan tahunan dari perusahaan keamanan Symantec bertajuk “Internet Security Threat Report (ISTR) volume 21” yang dikeluarkan awal 2016.

 

Lebih spesifik, ada 0,29 persen serangan cyber via media sosial yang terjadi di Tanah Air sepanjang 2015. Sementara pada peringkat pertama dan kedua yang diduduki India dan Australia, masing-masing meraup 15,96 persen dan 2,76 persen.pengguna sosial media di kawasan Asia-Pasifik diperkirakan akan mencapai 1 miliar pada akhir tahun ini. Jumlah tersebut lebih banyak hampir lima kali lipat jika dibandingkan dengan jumlah pengguna media sosial di Amerika Utara, demikian menurut laporan studi yang dirilis Webcertain Group.

Dengan jumlah tersebut, selain akan bertambahnya dampak sosial media di kalangan masyarakat seperti Jejaring Sosial Dapat Menyebabkan Anti Sosial, juga semakin menjadikan media sosial sebagai sarana favorit para penjahat cyber untuk melakukan aksinya.

 

Pertumbuhan Media Sosial

Pesatnya perkembangan media sosial kini dikarenakan semua orang seperti bisa memiliki media sendiri. Jika untuk memiliki media tradisional seperti televisi, radio, atau koran dibutuhkan modal yang besar dan tenaga kerja yang banyak, maka lain halnya dengan media. Seorang pengguna media sosial bisa mengakses menggunakan media sosial dengan jaringan internet bahkan yang aksesnya lambat sekalipun, tanpa biaya besar, tanpa alat mahal dan dilakukan sendiri tanpa karyawan. Pengguna media sosial dengan bebas bisa mengedit, menambahkan, memodifikasi baik tulisan, gambar, video, grafis, dan berbagai model content lainnya.

 

Peran dan Fungsi Media Sosial

Media sosial merupakan alat promosi bisnis yang efektif karena dapat diakses oleh siapa saja, sehingga jaringan promosi bisa lebih luas. Media sosial menjadi bagian yang sangat diperlukan oleh pemasaran bagi banyak perusahaan dan merupakan salah satu cara terbaik untuk menjangkau pelanggan dan klien. Media sosial sperti blog, facebook, twitter, dab youtube memiliki sejumlah manfaat bagi perusahaan dan lebih cepat dari media konvensional seperti media cetak dan iklan TV, brosur dan selebaran.

Media sosial memiliki kelebihan dibandingkan dengan media konvensional, antara lain :

Kesederhanaan

Dalam sebuah produksi media konvensional dibutuhkan keterampilan tingkat tinggi dan keterampilan marketing yang unggul. Sedangkan media sosial sangat mudah digunakan, bahkan untuk orang tanpa dasar TI pun dapat mengaksesnya, yang dibutuhkan hanyalah komputer dan koneksi internet.

Membangun Hubungan

Sosial media menawarkan kesempatan tak tertandingi untuk berinteraksi dengan  pelanggan dan membangun hubungan. Perusahaan mendapatkan sebuah feedback langsung, ide, pengujian dan mengelola layanan pelanggan dengan cepat. Tidak dengan media tradisional yang tidak dapat melakukan hal tersebut, media tradisional hanya melakukan komunikasi satu arah.

Jangkauan Global

 

Media tradisional dapat menjangkau secara global tetapi tentu saja dengan biaya sangat mahal dan memakan waktu. Melalui media sosial, bisnis dapat mengkomunikasikan informasi dalam sekejap, terlepas dari lokasi geografis. Media sosial juga memungkinkan untuk menyesuaikan konten anda untuk setiap segmen pasar dan memberikan kesempatan bisnis untuk mengirimkan pesan ke lebih banyak pengguna.

 

Terukur Dengan sistemtracking yang mudah, pengiriman pesan dapat terukur, sehingga perusahaan langsung dapat mengetahui efektifitas promosi. Tidak demikian dengan media konvensional yang membutuhkan waktu yang lama.

 

 

Banyak modus penipuan di sosial media yang digunakan penjahat cyber untuk menyebarkan virus ke PC dan smartphone, atau mencuri informasi pribadi dengan memikat pengguna untuk mengklik situs palsu. Mereka memancing pengguna untuk menginstal aplikasi tertentu melalui posting media sosial atau menipu pengguna untuk mengklik situs yang menyebabkan infeksi virus atau malware.

Menurut perusahaan keamanan komputasi Trend Micro, ada 9 modus penipuan di sosial media yang saat ini banyak bermunculan atau menjamur. Apakah itu? Simak penjelasanya berikut ini.

 

  1. Aplikasi Facebook Color Changer
  2. Aplikasi Who Viewed Your Facebook Profile
  3. Video Facebook dengan judul yang menarik dan mencolok
  4. Video Telanjang di Facebook
  5. Aplikasi InstLikeapp di Instagram.
  6. Aplikasi Twitter Instant Followers
  7. Penipuan dengan Umpan Twitter

Cara Menghindari Penipuan di Sosial Media

 

Ada beberapa cara supaya para pengguna sosial media bisa mencegah dan terhindar dari berbagai penipuan online atau kejahatan di dunia maya, diantaranya sebagai berikut.

  • Jangan sembarangan mengklik aplikasi atau video yang di posting
  • Selalu memeriksa sumber link dan aplikasi yang di posting
  • Mengubah password akun sosial media secara teratur
  • Gunakan password yang unik dan kuat, seperti kombinasi huruf dan angka
  • Pastikan membuat password yang berbeda antara satu akun dengan akun yang lain
  • Jika perlu, gunakan aplikasi keamanan terkemuka untuk perlindungan privasi

 

INDIRA ESANTYA AMALIA / ILMU HUKUM / 02116014