Penipuan di Media Sosial

Media sosial/social media adalah sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia. Pendapat lain mengatakan bahwa media sosial adalah media online yang mendukung interaksi sosial dan media sosial menggunakan teknologi berbasis web yang mengubah  komunikasi menjadi dialog interaktif.

ejaring sosial merupakan situs dimana setiap orang bisa membuat web page pribadi, kemudian terhubung dengan teman-teman untuk berbagi informasi dan berkomunikasi. Jejaring sosial terbesar antara lain Facebook, Myspace, dan Twitter. Jika media tradisional menggunakan media cetak dan media broadcast, maka media sosial menggunakan internet. Media sosial mengajak siapa saja yang tertarik untuk berpertisipasi dengan memberi kontribusi dan feedback secara terbuka, memberi komentar, serta membagi informasi dalam waktu yang cepat dan tak terbatas.

SOSIAL MEDIA : sosial media adalah media online yang mendukung seseorang untuk bisa berinteraksi melalui internet/situs-situs berbasis web

Contoh Aplikasi Sosial Media.

  • CNN, BBC, Detik, Okezone dan berbagai website sejenisnya yang dibuat untuk memberikan berita secara cepat sebagai pengganti koran/majalah.-TwettDeck adalah salah satu aplikasi yang berguna untuk memenajemen yang diper untukkan Sosial Media namun kebanyakan digunakan untuk bermain twitter.
  • Google, Altavista, Yahoo dan website sejenisnya yang merupakan aplikasi pencarian sejumlah kata yang terdapat didalam website untuk mencari berita.
  • Youtube, seleb.tv, metacafe dan website sejenisnya yang menyediakan layanan membagikan video atau menampilkannya sebagai sarana hiburan dan berita secara audio visual.

Indonesia menempati peringkat ke-10 dengan jumlah penipuan di media sosial terbanyak di wilayah Asia Pasifik dan Jepang.

Hal tersebut tertera pada laporan tahunan dari perusahaan keamanan Symantec bertajuk “Internet Security Threat Report (ISTR) volume 21” yang dikeluarkan awal 2016.

 

Lebih spesifik, ada 0,29 persen serangan cyber via media sosial yang terjadi di Tanah Air sepanjang 2015. Sementara pada peringkat pertama dan kedua yang diduduki India dan Australia, masing-masing meraup 15,96 persen dan 2,76 persen.pengguna sosial media di kawasan Asia-Pasifik diperkirakan akan mencapai 1 miliar pada akhir tahun ini. Jumlah tersebut lebih banyak hampir lima kali lipat jika dibandingkan dengan jumlah pengguna media sosial di Amerika Utara, demikian menurut laporan studi yang dirilis Webcertain Group.

Dengan jumlah tersebut, selain akan bertambahnya dampak sosial media di kalangan masyarakat seperti Jejaring Sosial Dapat Menyebabkan Anti Sosial, juga semakin menjadikan media sosial sebagai sarana favorit para penjahat cyber untuk melakukan aksinya.

 

Pertumbuhan Media Sosial

Pesatnya perkembangan media sosial kini dikarenakan semua orang seperti bisa memiliki media sendiri. Jika untuk memiliki media tradisional seperti televisi, radio, atau koran dibutuhkan modal yang besar dan tenaga kerja yang banyak, maka lain halnya dengan media. Seorang pengguna media sosial bisa mengakses menggunakan media sosial dengan jaringan internet bahkan yang aksesnya lambat sekalipun, tanpa biaya besar, tanpa alat mahal dan dilakukan sendiri tanpa karyawan. Pengguna media sosial dengan bebas bisa mengedit, menambahkan, memodifikasi baik tulisan, gambar, video, grafis, dan berbagai model content lainnya.

 

Peran dan Fungsi Media Sosial

Media sosial merupakan alat promosi bisnis yang efektif karena dapat diakses oleh siapa saja, sehingga jaringan promosi bisa lebih luas. Media sosial menjadi bagian yang sangat diperlukan oleh pemasaran bagi banyak perusahaan dan merupakan salah satu cara terbaik untuk menjangkau pelanggan dan klien. Media sosial sperti blog, facebook, twitter, dab youtube memiliki sejumlah manfaat bagi perusahaan dan lebih cepat dari media konvensional seperti media cetak dan iklan TV, brosur dan selebaran.

Media sosial memiliki kelebihan dibandingkan dengan media konvensional, antara lain :

Kesederhanaan

Dalam sebuah produksi media konvensional dibutuhkan keterampilan tingkat tinggi dan keterampilan marketing yang unggul. Sedangkan media sosial sangat mudah digunakan, bahkan untuk orang tanpa dasar TI pun dapat mengaksesnya, yang dibutuhkan hanyalah komputer dan koneksi internet.

Membangun Hubungan

Sosial media menawarkan kesempatan tak tertandingi untuk berinteraksi dengan  pelanggan dan membangun hubungan. Perusahaan mendapatkan sebuah feedback langsung, ide, pengujian dan mengelola layanan pelanggan dengan cepat. Tidak dengan media tradisional yang tidak dapat melakukan hal tersebut, media tradisional hanya melakukan komunikasi satu arah.

Jangkauan Global

 

Media tradisional dapat menjangkau secara global tetapi tentu saja dengan biaya sangat mahal dan memakan waktu. Melalui media sosial, bisnis dapat mengkomunikasikan informasi dalam sekejap, terlepas dari lokasi geografis. Media sosial juga memungkinkan untuk menyesuaikan konten anda untuk setiap segmen pasar dan memberikan kesempatan bisnis untuk mengirimkan pesan ke lebih banyak pengguna.

 

Terukur Dengan sistemtracking yang mudah, pengiriman pesan dapat terukur, sehingga perusahaan langsung dapat mengetahui efektifitas promosi. Tidak demikian dengan media konvensional yang membutuhkan waktu yang lama.

 

 

Banyak modus penipuan di sosial media yang digunakan penjahat cyber untuk menyebarkan virus ke PC dan smartphone, atau mencuri informasi pribadi dengan memikat pengguna untuk mengklik situs palsu. Mereka memancing pengguna untuk menginstal aplikasi tertentu melalui posting media sosial atau menipu pengguna untuk mengklik situs yang menyebabkan infeksi virus atau malware.

Menurut perusahaan keamanan komputasi Trend Micro, ada 9 modus penipuan di sosial media yang saat ini banyak bermunculan atau menjamur. Apakah itu? Simak penjelasanya berikut ini.

 

  1. Aplikasi Facebook Color Changer
  2. Aplikasi Who Viewed Your Facebook Profile
  3. Video Facebook dengan judul yang menarik dan mencolok
  4. Video Telanjang di Facebook
  5. Aplikasi InstLikeapp di Instagram.
  6. Aplikasi Twitter Instant Followers
  7. Penipuan dengan Umpan Twitter

Cara Menghindari Penipuan di Sosial Media

 

Ada beberapa cara supaya para pengguna sosial media bisa mencegah dan terhindar dari berbagai penipuan online atau kejahatan di dunia maya, diantaranya sebagai berikut.

  • Jangan sembarangan mengklik aplikasi atau video yang di posting
  • Selalu memeriksa sumber link dan aplikasi yang di posting
  • Mengubah password akun sosial media secara teratur
  • Gunakan password yang unik dan kuat, seperti kombinasi huruf dan angka
  • Pastikan membuat password yang berbeda antara satu akun dengan akun yang lain
  • Jika perlu, gunakan aplikasi keamanan terkemuka untuk perlindungan privasi

 

INDIRA ESANTYA AMALIA / ILMU HUKUM / 02116014

Kejahatan di Media Sosial

Popularitas Media Sosial

Media sosial menjadi hal yang biasa akhir – akhir ini. Era teknologi saat ini berkembang begitu pesat. Banyaknya aktivitas – aktivitas yang bisa dilakukan di media sosial menjadi peluang dari segi sosial, ekonomi dan bisnis. Facebook memiliki kurang lebih 6 miliar pengguna yang terdaftar di dalam database mereka. Instagram menjadi popular karena fleksibilitasnya dan efisiensinya ketika saling berbagi foto.

Banyak orang bisa saling berbagi dan berinteraksi satu sama lain tanpa adanya batasan apapun. Kita bisa saling berbagi foto, status bahkan melakukan jual beli secara online melalui media sosial. Banyak hal – hal menguntungkan bisa dilakukan di media sosial. Namun, banyak hal – hal merugikan pula yang bisa terjadi di media sosial.

Popularitas media sosial dalam kehidupan masyarakat saat ini sudah menjadi kebutuhan bagi sebagian orang di dunia.

 

Kejahatan di Dunia Maya

Menjadi suatu hal biasa bagi banyak orang untuk melakukan aktivitas dan berinteraksi secara online di sosial media. Bagi sebagian orang, banyak pula kejahatan yang bisa dilakukan untk mendapatkan keuntungan di media sosial. Berikut kejahatan – kejahatan yang biasa terjadi di media sosial :

  1. Pencurian Akun Sosmed
    Pencurian akun sosmed adalah hal yang paling sering terjadi di dunia maya. Namun, memang tidak sembarang orang bisa melakukan hal ini. Diperlukan keahlian dalam hal IT yang cukup baik untuk melakukannya.  Pencurian akun biasanya dilakukan pada akun – akun orang yang berpengaruh seperti pebisnis, maupun kalangan artis. Ini biasa dilakukan untuk melakukan pemerasan hingga penyebaran fitnah.
  2. Prostitusi Online
    Berdasarkan PolisiOnline.info, sebagian orang berusaha menggunakan sosial media untuk melakukan aksi bisnis haram ini dengan modus beraneka ragam. Mulai dari pengunggahan foto panas agar orang lain tertarik menggunakan jasanya, hingga menggoda orang lain dengan kata – kata rayuan agar orang tersebut terpikat dan mau menggunakan jasanya.
  3. Penipuan Berkedok Toko Online
    Penipuan dalam jual beli bukan hanya terjadi di dunia nyata. Banyak modus dilakukan oleh pelaku untuk melakukan penipuan ini. Mulai dari menjual produk bermerek dengan bahan palsu, menjual produk bermerek dengan harga sangat miring dan masih banyak lainnya.
  4. Pemerkosaan dan Penculikan
    Aksi kejahatan seperti ini tidak dapat dilakukan di media sosial, tetapi media sosial berperan sebagi perantara dalam melakukan aksi kejahatan tersebut. Modus kejahatan tersebut bervariasi, misalnya mereka menghubungi calon korbannya untuk menawarkan imbalan tertentu atau pekerjaan yang cukup bagus, sampai akhirnya pelaku dan korban bertemu di tempat yang sudah ditentukan sebelumnya. Nah saat inilah pelaku melakukan aksinya bisa dengan menculik anda hingga memperkosa anda. Maka dari itu jangan mudah percaya dengan orang lain yang belum anda kenal dengan baik atau kalau memang ingin bertemu ajaklah keluarga atau kerabat anda untuk menemani anda, jangan sampai anda pergi seorang diri.

Author : Ahmad Bagus Aditya Chandra / 04316034